Minggu, 03 Juni 2012

Prinsip- prinsip pengembangan KTSP


PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP
TUGAS PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

                  

              


BAB I
PENDAHULUAN


A.LATAR BELAKANG
            Negara Indonesia merupakan salahsatu Negara berkembang yang perlu adanya proses untuk menjadi maju, salah satu proses tersebut adalah dengan mencerdaskan anak bangsa. Dengan pendidikan yang bermutu atau berkualitas benarlah yang dapat meningkatkan kecerdasan anak bangsa. Dari zaman ke zaman system kurikulum pendidikan yang ada di Indonesia selalu ada perubahan demi mencerdaskan anak bangsa. Salah satu satu system kurikulum yang baru saat ini adalah sitem KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Sejak digulirkan Juni 2006, banyak banyak muncul persoalan dalam penerapan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu memadainya kualitas SDM yang mampu menjabarkan KTSP  di satuan pendidikan, kurangnya sarana pendukung kelengkapan pelaksanaan KTSP, belum sepenuhnya guru  memahami KTSP secara utuh, baik dari segi konsep maupun penerapannya di lapangan. Persoalan-persoalan tersebut diperparah oelh tidak sinkronnya materi kuri kulum yang dibuat oleh sejumlah penerbit yang menterjemahkan KTSP ke dalam banyak versi, sehingga membuat konsentrasi para siswa menjadi semakin terpecah karena harus membeli buku dalam banyak versi.
B.RUMUSAN MASALAH
1)      Apakah yang dimaksud dengan kurikulum KTSP?
2)      Apa yang dijadikan landasan Hukum Pendidikan KTSP?
3)      Mengapa KTSP sulit dilaksanakan di sekolah-sekolah?
4)      Bagaimana solusi untuk menerapkan KTSP tersebut?
Tujuan Penyusunan
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah kurikulum pembelajaran
2.      Untuk mengetahui cara-cara penyusunan KTSP.
BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengetian Kurikulum dan KTSP
            Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan didaerah. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
            Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi (SI), proses, kompetensi lulusan (SKL), tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
            Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman  pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
            Selain itu, penysunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005. Panduan yang disusun BSNP terdiri atas dua bagian yaitu:
1.    Panduan umum yang memuat ketentuan umum pengembangan kurikulum yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam SI dan SKL. Termasuk dalam ketentuan umum adalah penjabaran amanat dalam UU 20/2003 dan ketentuan PP 19/2005 serta rinsip dan langkah yang harus diacu dalm pengembangan KTSP.
2.    Model KTSP sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP dengan engacu pada SI dan SKL dengan berpedoman pada Panduan Umum yang dikembangkan BSNP. Sebagai model KTSP, tentu tidak dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh daerah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan hendaknya digunakan sebagai referensi.
Panduan pengembanagn kurikulum disusun antara lain agar dapat member kesempatan peserta didik untuk: a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, b) belajar untuk memahami dan menghayati, c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.




B.Landasan dan tujuan penysunan KTSP
1. landasan
            Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ketentuan umum dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 38 ayat (1), (2).
            Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 20.
            Standar Isi (SI), mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajarn pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 22 Tahun 2006.
            Standar Kompetensi Lulusan (SKL), merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 Tahun 2006.
2. Tujuan Penyusunan KTSP
            Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.


C. Prinsip Pengembangan KTSP
            Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah:
 KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL serta panduan penysunan kurikulum yang di susun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah.
KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip: (a)berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. (b) beragam dan terpadu, (c)tanggap terhadap perkembanagn ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, (d) relevan dengan kebutuhan kehidupan, (e) menyeluruh dan berkesinambungan, (f)belajar sepanjang hayat, (g)seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
D. Penerapan KTSP di Sekolah- sekolah
            Masih banyak guru di KAbupaten Rokan Hulu hanya bias mengkopi KTSP yang sudah ada untuk diterapkan di sekolah mereka masing- masing tanpa memperhatikan dan disesuaikan dengan potensi yang ada di sekolah/daerah tersebut.Implementasi kurikulum  dijelaskan oleh Saylor dan Alexander (1974) dalam Miller and Seller (1985: 246) sebagai proses menerapkan rencana kurikulum (program) dalam bentuk pembelajaran, melibatkan interaksi siswa-guru dan dalam konteks persekolahan. Problem konsep inilah yang bagi pengelola pendidikan sudah melaksanakan KTSP dengan bukti adanya dokumen yang sudah rapi. Para supervisor menilai, para pengelola pendidikan belum menerapkan KTSP sebgai man yang diharapkan.
Dimana para pengembang kurikulum di satuan pendidikan  ternyata belum mengembangkan KTSP dalam bentuk kurikulum di satuan pendidikan fungsional yang secra riil dikembnagkan dalam pembelajaran. Rencana rapi dan sistematis menjadi tidak bermakna apbila tidak diimplementasiakan secara konsisten sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakannya. Begitu juga dalam problem pendekatan implementasi KTSP. Di mana dalam implementasi KTSP sebenarnya cendrung mengarah pada pendekatan enactment curriculum dibandingkan dengan fidelity perspective maupun muatan adaptip. Pendekatan enactment pernah dikembangkan oleh Jackson (1991: 492) mempunyai ciri utama pelaksanaan kurikulum melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan pelaksanaan kurikulum. Mereka menjadi creator dalam implementasi kurikulum, yang nantinya kurikulum sebagai proses akan tumbuh dan berkembang dalam interaksi guru dan siswa. Terutama dalam membentuk kemampuan berpikir dan bertindak.
            Sampai saat ini kenyataan dilapangan masih ada beberapa sekolah yang belum mengimplemnetasikan KTSP sesuai standar isi yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Munculnya persoalan-persoalan tersebut disebabkan oleh tidak siapnya pemerintah membuat strategi implementasi kebijakan diatas, misalnya kurang diantisifasi tenaga pendidik dan kurangnya sosialisasi sampai ke seluruh pelosok tanah air.


E.Sebab-sebab KTSP Tidak dapat Diterapkan Disekolah
1. KTSP, kurikulum yang tidak sistimatis
            Ketidak logisan KTSP terjadi karena sekolah deberi kebebasan untuk mengelaborasi kurikulum inti yang dibuat pemerintah, tetapi evaluasi nasional oleh pemerintah melalui ujian nasional (UN) justru paling mennetukan kelulusan siswa.
2. KTSP tidak fungsional
            Kurikulum ini menjadi tidak logis karena tidak proporsionalnya pembagian tugas pengembangan antara pemerintah dan sekolah. Seharusnya pemerintah hanya menetapkan kerangka umum dari tujuan atau kompetensi, isi, strategi, dan evaluasi, sedangkan pengembangannya secara rinci menjadi siap pakai deserahkan sepenuhnya kepada sekolah
3. Kepala sekolah yang kurang mengerti KTSP
            Kepala sekolah masih membuat pola-pola penyeragaman, dalam sistem pembelajaran maupun evaluasi hasil pembelajaran, dinilai tidak memahami tujuan kurikulum tingkat satuan pengajaran (KTSP) yang baru diberlakukan pemerintah.
4. Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya KTSP.
4.Guru yang bermutu berjumlah sedikit, masih banyak guru yang mengkopi KTSP yang sudah ada untuk diterapkan disekolah mereka masing-masing tanpa memperhatikan dan disesuaikan dengan potensi yang ada disekolah/daerah tersebut. Implementasi kurikulum dijelaskan oleh Saylor dan Alaexander (1974) dalam Miller dan Seller (1985:246) sebagai proses penerapan rencana kurikulum (program) dalam bentuk pembelajaran, melibatkan interaksi siswa-guru dan dalam kontek persekolahan. Problem konsep inilah yang bagi pengelola pendidikan belum menerapkan KTSP sebagaimana yang diharapkan. Di mana para pengembang kurikulum disatuan tingkat pendidikan ternyata belum mengembangkan KTSP dalam bentuk kurikulum di satuan pendidikan fungsional yang secara riil dikembangkan dalam pembelajaran. Rencana yang rapi dan sistematis menjadi tidak bermakna apabila tidak diimplementasikan secara konsisten sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah direncanakannya.  


BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
            KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Proses penerapan KTSP belum terlaksanakan sepenuhnya dan memang sulut penerapannya. Hal ini desebabkan oleh: (a) KTSP, Kurikulum yang tidak sistematis, (b) KTSP tidak fungsional, (c) tidak siapnya pemerintah membuat strategi implementasi kebijakan, misalnya kurang diantisifasi kesiapan tenaga pendidik dan kurangnya sosialisasi sampai ke pelosok-pelosok terpencil, (d) kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung  terlaksananya KTSP.
Kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah penerapan KTSP di sekolah adalah: (a) penenruan kelulusan siswa tidak harus berpatokan pada hasil nilai UN yang ditetapkan oleh pemerintah  tetapi dikembalikan pada guru yang mengajar di sekolah tersebut, (b) seharusnya pemerintah hanya menetapkan kerangka umum dari tujuan atau kompetensi, isi, strategi, dan evaluasi, sedangkan pengembangannya secara rinci menjadi siap pakai diserahkan sepenuhnya pada sekolah, (c) sosialisasi yang terus menerus harus dilakukan oleh pemerintah dengan menggunakan berbagai perangkat media secara tepat, (d) menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung terlaksananya KTSP.
B. Saran
1. Teruslah tingkatkan kedisiplinan anda untuk membangun system pendidikan di sekolah masing-masing.
2. Jika dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahannya, saya mengharapkan saran dan kritiknya.


DAFTAR RUJUAKAN
1.Pikiran Rakyat, KTSP tak siap pakai , htt://www.pikiran-rakyat.com/cetak.2007.htm, Sabtu, 04 November 2006
2. Kompas, KTSP, Kurikulum yang tidak sistematis htt://www.kompas.com/kompas-cetak/0611/13/humaniora/309450.htm, senin 13 November 2006.
3.Media Indonesia, gonjang-ganjing Kurikulum htt://urip.wrdpress.com/2006/22/gonjang-ganjing-kurikulum,22 September 2006
4.Media Indonesia, Dibawah Sandra kurikulum, htt://urip.wordpres.com/2006/10/04/dibawah-sandra-kurikulum/, Rabu 04 Oktober 2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar